Kurang Tidur

Hati-hati! Kurang tidur karena lembur bisa berakibat fatal

Posted by

Karyawan Anda sering lembur karena banyaknya tugas yang harus diselesaikan di kantor? Jika demikian, waspadalah karyawan akan mengalami kurang tidur! Apa itu kurang tidur?

Kurang tidur (sleep deprivation) adalah suatu kondisi dimana waktu tidur seseorang tidak mencapai lebih dari 6 jam per hari. Menurut Michelle Drerup, direktur Departemen Kedokteran di Klinik Cleveland, tidur adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Namun, fakta membuktikan bahwa karyawan sering mengalami jam tidur untuk lembur karena menyelesaikan tenggat waktu kerja dari kantor yang sering molor.

Beberapa dampak yang dapat terjadi jika karyawan Anda sering mengalami Kurang Tidur antara lain:

Memicu Munculnya Penyakit Serius.

Kurang tidur yang berkepanjangan dapat menyebabkan karyawan yang bersangkutan menderita insomnia. Insomnia adalah suatu kondisi di mana seseorang merasa sulit untuk tidur atau mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak.

Penelitian dari University of Cambridge, Hugh Markus dan menemukan bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang bisa dipicu oleh insomnia. Penyakit jantung terdiri dari beberapa jenis, yaitu gangguan irama jantung (aritmia), gagal jantung, dan serangan jantung.

Saat tidur, tubuh bekerja untuk memperbaiki sel-sel pembuluh darah dan jantung yang rusak. Oleh karena itu, seseorang akan rentan terkena serangan jantung atau penyakit berbahaya lainnya, jika jam tidurnya di bawah enam jam. Selain menghadapi risiko penyakit jantung, penderita insomnia juga berisiko lebih tinggi menderita diabetes, obesitas, stroke, tekanan darah tinggi, kanker, dan masalah kesehatan mental.

Kekebalan Tubuh Menurun Sehingga Mudah Terkena Penyakit

karyawan yang bekerja setiap hari, dan sering lembur dapat mengganggu kondisi kesehatan organ tubuh. Menurut para peneliti di University of Washington Medicine Sleep Center, kurang tidur dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh seseorang menurun. Protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh kita yang bekerja untuk melawan infeksi, peradangan, dan stres akan menyala saat tidur.

Jika produksi protein terganggu karena berkurangnya jam tidur, sel-sel tubuh tidak dapat melindungi diri dari penyakit atau stres. Pertahanan tubuh akan melemah, sehingga penyakit yang menyerang tubuh sulit disembuhkan.

Penurunan Memori dan Gangguan Konsentrasi

Menurut dr. Avelino Verceles, dari School of Medicine, University of Maryland di Amerika Serikat, sistem saraf otak saat tidur dapat merekam semua peristiwa yang dialami dan dipelajari dalam waktu singkat. Oleh karena itu, karyawan dengan gangguan tidur akan mengalami gangguan pada kemampuan otak untuk memproses dan menyimpan ingatan. Selain itu, jika kondisi kurang tidur ini terjadi dalam jangka panjang, kemampuan otak untuk berpikir dan memproses informasi juga akan menurun.

Kurang tidur juga akan mengakibatkan karyawan sering bekerja sambil bekerja. Hal ini juga berbanding lurus dengan menurunnya kemampuan berkonsentrasi dalam segala hal, termasuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab di kantor.

Ketiga dampak negatif di atas kemungkinan besar akan terjadi pada karyawan Anda dan tentunya juga berdampak pada perusahaan yang Anda kelola. Sebagai HR, Anda dapat mengatasi masalah ini dengan menawarkan layanan konseling atau konsultasi psikologis kepada karyawan di perusahaan Anda yang tersedia di Benefide, sebuah platform employee benefit.

Anda bisa memilih voucher Riliv sebagai salah satu solusinya. Karyawan Anda bisa mendapatkan konseling langsung dari psikolog profesional dan berpengalaman. Plus, Anda bisa menghemat waktu tanpa harus keluar kantor. Cukup dengan membuat akun yang bermanfaat dan mendapatkan kemudahan menciptakan psikologi karyawan di perusahaan Anda.