Jenis Asuransi Karyawan

5 Jenis Asuransi Karyawan – Pertahankan Bakat Utama Anda

Posted by

Asuransi merupakan salah satu manfaat perusahaan yang sangat dibutuhkan karyawan. Dengan memiliki asuransi, karyawan akan mendapatkan jaminan pekerjaan, atau setidaknya tidak merasa khawatir dengan ketidakpastian dan kemungkinan buruk yang bisa menimpa mereka.

Faktor keterbatasan finansial menjadi alasan utama mengapa karyawan membutuhkan asuransi. Mereka tidak ingin gaji yang dikumpulkan setiap bulannya terkuras habis hanya untuk biaya rumah sakit jika mereka atau anggota keluarganya jatuh sakit atau menderita suatu penyakit.

Bagi perusahaan, memberikan asuransi karyawan juga baik untuk bisnis masa depan karena dapat meringankan keuangan perusahaan dengan mengalihkan risiko ke perusahaan asuransi. Perusahaan juga tidak perlu dibebani dengan pinjaman karyawan untuk menutupi biaya pengobatan atau biaya sekolah anak.

Jika paket kompensasi dan tunjangan di perusahaan Anda tidak termasuk asuransi, maka Anda harus mempertimbangkan jenis-jenis asuransi karyawan di bawah ini dan memilih yang paling dibutuhkan karyawan Anda.

1. Asuransi Kesehatan

Ingin memiliki karyawan yang sehat tanpa membebani anggaran perusahaan? Berikan asuransi kesehatan karyawan Anda. Asuransi ini paling diminati oleh karyawan karena dari tahun ke tahun biaya pengobatan dan biaya dokter semakin mahal.

Salah satu jaminan kesehatan yang umumnya diberikan oleh perusahaan adalah BPJS Kesehatan. Perusahaan membayar manfaat BPJS setiap bulan dan karyawan mendapatkan manfaat dari program jaminan kesehatan nasional yang komprehensif, seperti rawat inap, rawat jalan, biaya obat, dan biaya operasi.

Meski preminya murah dan manfaatnya cukup banyak, BPJS Kesehatan masih memiliki kekurangan, seperti pelayanan harus panjang dan berjenjang, antrian banyak, dan hanya bisa dilayani oleh rumah sakit tertentu. Hal ini menyulitkan jika karyawan tersebut tiba-tiba sakit dan membutuhkan penanganan yang cepat.

Melengkapi karyawan dengan asuransi kesehatan dari perusahaan swasta bisa menjadi solusi, karena mereka unggul dalam hal kemudahan, kecepatan pelayanan, dan keleluasaan dalam memilih rumah sakit, baik perusahaan asuransi rekanan (cashless) maupun non-mitra (reimbursement).

2. Asuransi Pensiun

Setiap karyawan membutuhkan kepastian saat sudah tidak produktif lagi, memasuki masa pensiun, atau sudah tidak mampu lagi bekerja. Oleh karena itu, asuransi (dana) pensiun adalah solusinya, misalnya program Jaminan Pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Setiap bulan perusahaan membayar sebagian besar iuran JP dan JHT, dan karyawan akan menerima manfaat berupa uang tunai ketika memasuki usia pensiun, meninggal sebelum pensiun, sakit atau cacat tetap dan tidak dapat bekerja, atau berhenti bekerja (PHK). Ingin memberikan jaminan lebih kepada karyawan? Anda bisa memberinya asuransi dari perusahaan swasta yang memberikan manfaat pensiun di luar BPJS Ketenagakerjaan.

3. Asuransi Pendidikan

Pendidikan berkualitas di Indonesia semakin mahal, mulai dari biaya masuk, biaya kuliah/semester, dan biaya lainnya. Masalah keterbatasan dana menjadi kendala bagi pegawai untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah favorit atau universitas ternama, sehingga tidak sedikit yang akhirnya mengandalkan pinjaman kantor untuk membiayai pendidikan anaknya.

Asuransi pendidikan merupakan salah satu bentuk perencanaan dana pendidikan yang seharusnya menjadi solusi, namun belum banyak perusahaan yang menyediakannya untuk karyawan. Kalaupun ada kontribusi dari perusahaan, umumnya diberikan dalam bentuk tunjangan pendidikan.

Nah, Anda bisa mencoba menawarkan asuransi pendidikan anak sebagai salah satu bentuk employee benefit, terutama bagi mereka yang telah banyak berkontribusi pada perusahaan.

4. Asuransi Perlindungan Aset

Jenis asuransi ini memberikan manfaat perlindungan terhadap aset, seperti properti dan kendaraan. Misalnya, asuransi rumah akan menanggung kerugian atau kerusakan bangunan dan harta benda di dalamnya yang disebabkan oleh bencana (kebakaran, banjir, angin, gempa bumi), huru hara, huru hara, ledakan, petir, pencurian, dan sabotase.

Asuransi aset juga diperlukan bagi karyawan, terutama yang tinggal di daerah berisiko tinggi, seperti pemukiman padat dan daerah rawan bencana. Namun asuransi ini umumnya tidak diberikan oleh perusahaan, padahal rumah merupakan obyek vital bagi karyawan, selain perusahaan tempatnya bekerja.

5. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa ini paling penting bagi karyawan sebagai perlindungan terhadap risiko kematian, terutama jika yang bersangkutan merupakan penopang ekonomi keluarga. Manfaat asuransi jiwa berupa santunan tunai bagi keluarga atau ahli waris karyawan yang meninggal dunia, dengan harapan dapat terus hidup.

Asuransi jiwa ini sama dengan Jaminan Kematian BPJS Kesehatan (JKM) yang iurannya dibayarkan oleh perusahaan setiap bulan. Manfaat yang diperoleh adalah biaya pemakaman, bantuan pendidikan anak, dan uang tunai serta santunan berkala.

Meski begitu, asuransi jiwa dari perusahaan swasta dengan nilai manfaat yang lebih tinggi